PHP pada awalnya hanyalah kumpulan script sederhana. Dalam perkembangannya, selanjutnya ditambahkan berbagai fitur pemrograman berorientasi objek. Hal ini dimulai sejak PHP 4. Dengan lahirnya PHP 5, fitur-fitur pemrograman berorientasi objek semakin mantap dan semakin cepat. Dengan PHP 5, script yang menggunakan konsep object-oriented akan lebih cepat dan lebih efisien.
Pemrograman berorientasi objek atau object-oriented programming (OOP) merupakan suatu pendekatan pemrograman yang menggunakan object dan class. Saat ini konsep OOP sudah semakin berkembang. Hampir setiap perguruan tinggi di dunia mengajarkan konsep OOP ini pada mahasiswanya. Pemrograman yang banyak dipakai dalam penerapan konsep OOP adalah Java dan C++.
OOP bukanlah sekedar cara penulisan sintaks program yang berbeda, namun lebih dari itu, OOP merupakan cara pandang dalam menganalisa sistem dan permasalahan pemrograman. Dalam OOP, setiap bagian dari program adalah object. Sebuah object mewakili suatu bagian program yang akan diselesaikan.
Beberapa konsep OOP dasar, antara lain :
1. Encapsulation (Class dan Object)
2. Inheritance (Penurunan sifat), dan
3. Polymorphisme
PHP khususnya PHP 5 sudah mendukung beberapa konsep OOP. Akan tetapi PHP 5 tidak mendukung konsep Multiple-inheritance dan polymorphisme.
Object dan Class
Bagian dasar dari sebuah program yang berorientasi objek adalah objects. Secara mudah kita dapat memahami mengenai object ini. Sebagai contoh, sebuah mobil adalah objek. Sebuah mobil mempunyai properties atau bagian-bagian di dalamnya, seperti warna, mesin, roda, pintu dsb. Sebuah mobil juga dapat melakukan sesuatu (ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan mobil), seperti mengisi bensin, menyalakan mesin, berjalan, mengerem dsb.
Biasanya object adalah sebuah kata benda. Orang adalah object. Demikian juga mobil, pohon, bunga, komputer, TV, buku dsb. Namun, object tidak selamanya sebuah objek fisik. Bisa saja sebuah benda abstrak, seperti account bank, sebuah file di komputer, database, pesan email, acara TV, dsb.
Class merupakan penjelasan atau deskripsi dari object. Di dalam class, terdapat penjelasan tentang suatu object termasuk properties yang dimilikinya serta kelakuan atau method yang bisa dilakukan oleh object. Sebagai contoh, class Orang. Class Orang tentu setidaknya memiliki beberapa bagian seperti tangan, kaki, mata, telinga dsb. Class Orang juga setidaknya harus bisa jalan, bisa loncat, bisa lari, bisa melihat, bisa bicara dsb.
Salah satu keuntungan program didefinisikan dengan konsep OOP adalah adanya pengkapsulan (encapsulation) program dalam class dan object, dimana programmer yang menggunakan class tidak perlu mengetahui isi dan jalannya class secara detail, hanya perlu tahu bagaimana cara menggunakannya. Sama halnya dengan sebuah mobil misalnya. Seorang pemilik mobil tentunya tidak
Properties dan Method
Setiap class memiliki properties yang kadang disebut juga attributes. Properties dari sebuah mobil misalnya warna, ukuran, harga dsb. Di dalamclass, properties dinyatakan dengan sebuah variabel. Misalnya $warna, $harga, dsb.
Method merupakan sesuatu yang bisa dilakukan oleh object. Method dalam PHP sama artinya dengan sebuah fungsi. Method yang mungkin dipunyai dari sebuah mobil misalnya, method untuk menghidupkan mobil, menjalankan mobil, menghentikan mobil, dsb.
Penamaan properties dan method memiliki aturan yang sama dengan penamaan sebuah variabel atau fungsi. Akan tetapi berdasarkan kesepakatan (convention), penamaan properties dan method harus menggunakan camel Caps, dimana tiap kata diawali dengan huruf besar kecuali kata pertama, setiap kata digabung tanpa spasi atau under-score (_).
Mendefinisikan Class
Bentuk umum mendefinisikan sebuah class adalah sbb :
class namaClass
{
Deklarasikan dan definisikan properties di sini
Definisikan semua method di sini
}
Penamaan namaClass pada dasarnya sama dengan penamaan variabel.
Penamaan bebas, boleh apa saja, kecuali stdClass. PHP sudah menggunakan
nama stdClass sebagai nama class built-in. Isi tubuh class terletak di antara
tanda kurung kurawal buka ( { ) dan kurawal tutup ( } ). Di tubuh class terdapat
pendefinisian properties (variabel) dan method-method class.
Menambahkan Properties (Variabel)
Perhatikan contoh pendefinisian class beserta propertiesnya, sbb :
1
class Mobil
2 {
3 var $warna;
var $merk;
5 var $harga;
6
7 //Tambahkan pendefinisian method di sini
8 }
Pendeklarasian variabel dalam class seperti pada contoh di atas, bukanlah
suatu keharusan, karena dalam PHP variabel tidak perlu dideklarasikan, cukup
digunakan saja. Namun demikian, pendeklarasian variabel yang digunakan
sangat dianjurkan untuk kemudahan pembacaan dan pemahaman program.
Variabel class juga dapat langsung diinisialisasi dengan sebuah nilai. Namun
inisialisasi variabel tidak boleh mengandung operasi aritmatika maupun operasi
yang lainnya. Perhatikan contoh sebagai berikut :
1
class Mobil
2 {
3 var $warna = "Biru";
4 var $merk = "BMW";
5 var $harga = "10000000";
6
//Tambahkan pendefinisian method di sini
8 }
Menambahkan Method
Untuk menambahkan method, tinggal mendefinisikan method seperti halnya
fungsi biasa. Misalnya kita akan menambahkan fungsi atau method untuk
mengganti warna mobil dan untuk menampilkan warna mobil. Nama method
pada dasarnya terserah (mengikuti aturan nama variabel). Namun demikian,
jangan menggunakan nama method yang diawali dengan dua buah under-score
(__) yaitu __construct(), __destruct() dan __clone() karena ketiga fungsi
tersebut mempunyai arti tersendiri di PHP.
Lihat contoh menambahkan method sbb :
1
class Mobil
2
{
3 var $warna = "Biru";
4 var $merk = "BMW";
5 var $harga = "10000000";
6
7 function gantiWarna ($warnaBaru)
8 {
9 $this->warna = $warnaBaru;
10 }
11
12 function tampilWarna ()
13 {
14 echo "Warna mobilnya : " . $this->warna;
15 }
16 }
Pada listing program di atas sudah ditambahkan fungsi atau method
gantiWarna() dan tampilWarna(). Untuk mengakses properties (variabel) bisa
menggunakan keyword $this. Keyword ini me-refer pada class tempatnya
berada. Method gantiWarna() mempunyai satu parameter, yaitu $warnaBaru.
Menambahkan Konstruktor
Konstruktor merupakan sebuah method khusus yang akan secara otomatis
dijalankan saat object terbentuk. Konstruktor tidak harus ada, namun dalam satu
class hanya boleh ada satu konstruktor. Method konstruktor biasanya berisi
pemberian nilai default dari masing-masing properties (variabel).
Untuk membuat konstruktor, cukup dengan mendefinisikan suatu fungsi
dengan nama __construct(). Perhatikan contoh sebagai berikut :
1
class Mobil
2 {
3 var $warna;
4 var $merk;
5 var $harga;
6
7 function __construct()
8 {
9 $this->warna = "Biru";
10 $this->merk = "BMW";
11 $this->harga = "10000000";
12 }
13
14 function gantiWarna ($warnaBaru)
15 {
16 $this->warna = $warnaBaru;
17 }
18
19 function tampilWarna ()
20 {
21 echo "Warna mobilnya : " . $this->warna;
Membentuk Objek Class
Untuk menggunakan sebuah objek, harus dibentuk objek dari classnya. Dari
sebuah class bisa dibentuk beberapa objek sekaligus. Bentuk umum
pembentukan objek adalah sbb :
$namaObjek = new namaClass();
Sedangkan untuk memanggil anggota (member) dari class dapat dengan format
sbb :
$namaObjek->variabel;
$namaObjek->namaMethod();