
Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk kasus private key cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasus public key cryptography).
Elemen dari Enkripsi
Ada beberapa elemen dari enkripsi yang akan dijabarkan dalam beberapa paragraf di bawah ini.
Algoritma dari Enkripsi dan Dekripsi. Algoritma dari enkripsi adalah fungsi-fungsi yang digunakan untuk melakukan fungsi enkripsi dan dekripsi. Algoritma yang digunakan menentukan kekuatan dari enkripsi, dan ini biasanya dibuktikan dengan basis matematika. Berdasarkan cara memproses teks (plaintext), cipher dapat dikategorikan menjadi dua jenis: block cipher and stream cipher. Block cipher bekerja dengan memproses data secara blok, dimana beberapa karakter / data digabungkan menjadi satu blok. Setiap proses satu blok menghasilkan keluaran satu blok juga. Sementara itu stream cipher bekerja memproses masukan (karakter atau data) secara terus menerus dan menghasilkan data pada saat yang bersamaan.
Kunci yang digunakan dan panjangnya kunci. Kekuatan dari penyandian bergantung kepada kunci yang digunakan. Beberapa algoritma enkripsi memiliki kelemahan pada kunci yang digunakan. Untuk itu, kunci yang lemah tersebut tidak boleh digunakan. Selain itu, panjangnya kunci, yang biasanya dalam ukuran bit, juga menentukan kekuatan dari enkripsi. Kunci yang lebih panjang biasanya lebih aman dari kunci yang pendek. Jadi enkripsi dengan menggunakan kunci 128-bit lebih sukar dipecahkan dengan algoritma enkripsi yang sama tetapi dengan kunci 56-bit. Semakin panjang sebuah kunci, semakin besar keyspace yang harus dijalani untuk mencari kunci dengan cara brute force attack atau coba-coba karena keyspace yang harus dilihat merupakan pangkat dari bilangan 2. Jadi kunci 128-bit memiliki keyspace 2128, sedangkan kunci 56-bit memiliki keyspace 256. Artinya semakin lama kunci baru bisa ketahuan.
Plaintext. Plaintext adalah pesan atau informasi yang akan dikirimkan dalam format yang mudah dibaca atau dalam bentuk aslinya.
Ciphertext. Ciphertext adalah informasi yang sudah dienkripsi. Kembali ke masalah algoritma, keamanan sebuah algoritma yang digunakan dalam enkripsi atau dekripsi bergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang cukup penting adalah sifat algoritma yang digunakan. Apabila kekuatan dari sebuah algoritma sangat tergantung kepada pengetahuan (tahu atau tidaknya) orang terhadap algoritma yang digunakan, maka algoritma tersebut disebut “restricted algorithm”. Apabila algoritma tersebut bocor atau ketahuan oleh orang banyak, maka pesan-pesan dapat terbaca. Tentunya hal ini masih bergantung kepada adanya kriptografer yang baik. Jika tidak ada yang tahu, maka sistem tersebut dapat dianggap aman (meskipun semu).
Meskipun kurang aman, metoda pengamanan dengan restricted algorithm ini cukup banyak digunakan karena mudah implementasinya dan tidak perlu diuji secara mendalam. Contoh penggunaan metoda ini adalah enkripsi yang menggantikan huruf yang digunakan untuk mengirim pesan dengan huruf lain. Ini disebut dengan “substitution cipher”.
Substitution Cipher dengan Caesar Cipher
Salah satu contoh dari “substitution cipher” adalah Caesar Cipher yang digunakan oleh Julius Caesar. Pada prinsipnya, setiap huruf digantikan dengan huruf yang berada tiga (3) posisi dalam urutan alfabet. Sebagai contoh huruf “a” digantikan dengan huruf “D” dan seterusnya.
Transformasi yang digunakan adalah:
plain : a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
cipher: D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
Dengan Menggunakan Visual Basic 6.0, berikut adalah function untuk Transformasi kelipatan 3 tersebut :
{
Public Function NextChar(Text As String) As String
Dim Ret As String
Dim Char
Dim i As Long
Dim nxt
Text = Replace(Text, vbNewLine, Chr(0))
For i = 1 To Len(Text)
Char = Mid(Text, i, 1)
If Char = " " Then Ret = Ret & " ": GoTo nxt
Char = Asc(Char)
Select Case Char
Case 0
Ret = Ret & vbNewLine
Case 1 To 46
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 47
Ret = Ret & Chr(1)
Case 48 To 56
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 57
Ret = Ret & Chr(48)
Case 58 To 63
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 64
Ret = Ret & Chr(58)
Case 65 To 89
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 90
Ret = Ret & Chr(65)
Case 91 To 95
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 96
Ret = Ret & Chr(91)
Case 97 To 121
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 122
Ret = Ret & Chr(97)
Case 123 To 254
Ret = Ret & Chr(Char + 3)
Case 255
Ret = Ret & Chr(123)
End Select
nxt:
Next i
NextChar = Ret
End Function
}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar